Wanita Rumahan Yang Mulia

Istri saya adalah wanita yang, menurut pengakuannya sendiri, simpel. Sederhana. Memang itulah yang saya lihat sehari-hari, mulai dari pola pikir, cara berpakaian, tutur kata, pilihan bacaan dan tontonannya, hingga perilaku. Ia adalah tipe wanita rumahan. Atas kemauannya sendiri, jauh sebelum menikah, ia memutuskan untuk berhenti bekerja. Ia tidak lagi memiliki gairah untuk jadi wanita karir. Ia ingin jadi wanita rumahan. Saya perhatikan, seolah gerak panca inderanya sudah mencerminkan hal itu. Tangannya prigel mengerjakan berbagai pekerjaan khas ibu rumah tangga. Ia tampak senang dengan pilihannya itu.

Rutinitas yang dilakukannya terhadap saya adalah menyediakan sarapan, menyediakan bekal makan siang, menyediakan segelas teh hijau tubruk tiap pagi dan sore, dan lain-lain. Hal-hal itu dilakukannya begitu saja. Seolah sudah include dalam dirinya. Sudah terprogram. Saya tidak memintanya. Apakah saya senang? Saya rasa hanya orang kurang waras yang tidak bahagia dengan hal-hal yang seperti saya alami di atas. Saya bahagia. Tenang tenteram. Doa saya untuknya dan ungkapan cinta kepadanya seperti wirid harian yang wajib saya lakukan. Apakah ini karena kami masih pengantin baru? Saya berdoa, bersama istri saya, semoga hal-hal seperti ini berlangsung sampai kami wafat.

Istri saya juga bukan seorang public speaker. Ia pemalu. Bukan aktivis perempuan yang mampu mengorganisir dan mengelola masyarakat. Bukan pula seorang penulis hebat atau penyair. Ia hanya ingin mengelola rumah tangga dengan sempurna. Ia ingin anak-anaknya, kelak, jadi anak-anak yang saleh, hafal Al Qur-an, dan berguna bagi bangsa. Ia ingin memastikan seluruh anggota rumah tangganya tidak kurang suatu apapun, seperti penampilannya, kebersihannya, dan kesehatannya. Keterampilannya dan harapannya itu, menurut saya, bertemu. Klop. Saya berdoa semoga cita-citanya itu dapat terwujud.

Mengapa saya "narsis" menyebut-nyebut "keberuntungan" saya itu? Ada "kegelisahan" saya membaca sebuah tweet di twitter. Isinya menyatakan bahwa esensi dari peringatan hari Kartini adalah untuk membebaskan wanita dari domestifikasi. Bagi si penulis tweet itu, tampaknya ia beranggapan bahwa wanita rumahan adalah bentuk lain dari perendahan derajat wanita. Baginya (mungkin) wanita harus dibebaskan. Penyamaan hak dan kewajiban wanita dan pria dalam pengertian yang seluas-luasnya. Topik seperti ini sebenarnya sudah banyak sekali dibahas di berbagai forum, tulisan, dan media. Saya hanya ingin mengatakan bahwa menjadi wanita rumahan bukanlah hal yang rendah dan hina. Saya bisa bilang begitu karena saya sudah membuktikannya. "Derajat" istri saya sama sekali tidak "jatuh". Saya pun sama sekali tidak tergerak untuk lantas memanfaatkan kultur melayani istri saya itu untuk menunjukkan ego saya. Tidak terbersit keinginan untuk "memperbudak" istri saya. Memerintah ini itu, meminta ini itu, memaksakan kehendak ini itu. Tidak. Saya justru menaruh rasa hormat dan sayang pada istri saya. Kesederhanaannya sebagai wanita rumahan justru memunculkan ketakjuban dan rasa syukur saya kepada Allah SWT. Bagi saya ia adalah wanita mulia. Tidak jadi soal bagi saya, kalau istri saya bukan aktivis, public speaker, penulis, analis, organisatoris, dan wanita karir. Cukup ia di rumah dan memastikan semuanya dalam keadaan baik, bahagialah saya. Ini pun mendorong saya untuk melakukan kewajiban saya terhadap istri saya sepenuh hati: perhatian, perlindungan, nafkah lahir batin, berbagi wawasan, dan ungkapan cinta kasih.

Menjadi wanita domestik adalah mulia. Asalkan tidak dengan tekanan. Tidak dengan unsur pemanfaatan untuk menjajah wanita. Dan tidak dikekang untuk mendapatkan hak-hak dasarnya seperti pendidikan, kasih sayang, perhatian, dan perlindungan. Apakah wanita rumahan tidak memiliki nilai guna bagi bangsa? Ini jelas keliru! Dunia kita ini sarat dengan para pahlawan hebat yang dilahirkan dan dididik oleh wanita rumahan yang sederhana. Wanita rumahan bisa mencurahkan perhatian penuh pada anak-anak mereka. Setiap episode pertumbuhan anak-anaknya tidak luput dari pengamatannya. Ia hadir di sana, dalam arti harfiah maupun batiniah. Anak-anak (dan suami) menjadi tenang. Mereka bisa tumbuh bersama menjadi manusia-manusia hebat, dalam naungan kasih sayang ibu.

Jadi tidak perlu meng-under estimate wanita rumahan, sebagaimana juga tidak perlu terlalu mengelu-elukan gagasan pembebasan wanita seluas-luasnya. Hak dan kewajiban pria dan wanita harus dipenuhi secara adil dan terjamin. Selamat hari Kartini!

Tomy Saleh. Kalibata. 21 April 2010. 11:19WIB
*Apresiasi terhadap wanita hebat dlm rangka kontribusi lomba menulis yang diadakan http://blogdetik.com

Kombinasi Tepat: Ammar Ma’ruf Dan Nahi Munkar

Apakah padi bisa tumbuh sempurna,

sementara dia dikitari oleh rerumputan dan serangga?

Jangan lagi bicara indahnya kelak buah bulir emasnya,

bahkan hatiku meyakini ia akan mati muda


Alam fikiran publik kita akhir-akhir ini diisi oleh berbagai hal, sebagai dampak kebebasan informasi, yang kontroversi. Fenomena yang bertentangan dengan “mainstream” sosio-kultural bangsa, mengemuka dengan telanjang dan dalam eskalasi yang cukup tajam.

Jika di Jakarta ada ‘balita’, banjir lima tahunan (yang sekarang bahkan bisa setiap tahun), maka sesungguhnya bangsa ini juga mengalami banjir bandang informasi. Hal ini mencuat terutama sejak era reformasi di mana segala peraturan yang mengekang kebebasan publik untuk mengakses dan menyebarkan informasi, mulai direvisi bahkan dihapus. Bagaikan air yang dibendung lalu bendungannya jebol, maka air tumpah ruah merambah segala arah, itulah arus kebebasan informasi di negeri kita. Kebebasan dijadikan atas nama.

Sisi positifnya tentu ada. Khususnya bagi kaum muslimin di mana pada masa lalu termasuk pihak yang paling banyak dirugikan dengan pengekangan ini. Sudah menjadi hal umum diketahui bahwa aktivitas keagamaan seperti pengajian atau ceramah diawasi dengan ketat. Ummat terhalang secara sistemik untuk mendapatkan pencerahan cahaya ilmu agama. Namun kini kondisinya sudah berbalik. Setiap stasiun televisi berlomba memasukkan tayangan keagamaan dalam programnya. Radio, koran, majalah, dan internet juga sangat ramai diisi oleh suara-suara da’wah. Ummat kini memiliki banyak pilihan untuk mendapatkan pencerahan tersebut di atas. Tidak hanya itu, ummat juga bisa menyuarakan atau menyatakan hak atau pendapatnya melalui media massa (termasuk kritik dan saran kepada pemerintah).

Sisi negatifnya adalah para pengusung kebathilan dan penggemar pengumbar nafsu syahwat juga memiliki hak yang sama untuk menyebarkan informasi (tentu saja informasi yang bathil). Media cetak porno sekarang bebas terbit dan beredar di mana saja. Bahkan anak-anak di bawah umur pun bisa mengaksesnya. Yang paling fenomenal adalah maraknya (kembali) era filem-filem syur di bioskop. Atas nama kebebasan berekspresi dan tuntutan skenario dan profesionalisme, para produser, artis, dan sutradara berkolaborasi membuat produk-produk berbasis syahwat untuk dikonsumsi oleh publik. Dunia maya? Jangan ditanya ! Di sana tidak ada sensor sama sekali dan semua kalangan tanpa terkecuali bisa mengaksesnya dengan bebas lepas.

Selain pornografi, ada pula fenomena kebebasan menyatakan pendapat, tetapi dalam versi yang amat sangat liberal: apapun bisa disuarakan atau diekspresikan selama tidak ada yang terganggu secara fisik. Maka bermunculanlah para “pemikir dan filosof” instan yang menjajakan logika nyleneh, juga muncul para “nabi” baru, para “malaikat” baru, juga “Tuhan” baru. Sebagai “pelengkap penderita”, berkembang pula paham pemikiran SEPILIS, Sekulerisme-Pluralisme-Liberalisme, yang beberapa waktu lalu telah difatwakan haram oleh MUI karena merusak aqidah Islam.

Maraknya kebathilan di tengah-tengah kehidupan kaum muslimin di Indonesia saat ini justru mendapatkan pembelaan. Dalihnya adalah HAM dan kebebasan berekspresi. Bahkan ada pula yang menambahkan logika berfikir bahwa “yang penting adalah bagaimana orangnya, jika lingkungannya rusak, tapi orangnya baik, maka ia akan tetap baik.”. Logika ini sering digemakan melalui corong media massa dan disaksikan dan disimak oleh jutaan ummat. Tujuannya hendak membiasakan dan membudayakan kebathilan di tengah-tengah kehidupan ummat. Hingga tertanam di benak ummat bahwa semua hal boleh adanya dan setiap orang boleh memilih (juga menyediakan pilihan). Boleh jadi, jika logika dan keadaan ini dibiarkan, di masa yang akan datang adalah hal yang lumrah jika persis di samping masjid dan sekolah ada toko miras dan rumah bordil. Film-film porno akan jauh lebih merajalela dan kehidupan permisif akan lebih massif merasuk ke struktur ummat.

Dengan berbekal logika ini, banyak orang yang tidak peduli lagi dengan nasib lingkungan yang sudah mulai rusak akhlaqnya. Sektor kebathilan, secara real ekonomis, mendatangkan materi dengan cepat. Ini menjadi faktor yang menarik hati banyak pihak. Ujungnya selalu kembali kepada kebendaan atau materialisme. Produsen kebathilan semakin merajalela dan masyarakat umum terbuai menjadi penikmat produknya atau malah memilih bersikap apatis. Hanya sedikit yang kritis dan lebih sedikit lagi yang bersikap kritis-solutif.

Bagaimana Islam memandang hal ini? Allah SWT berfirman:

Dan janganlah kamu campur adukkan yang haq dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang haq itu, sedang kamu mengetahui. QS. al-Baqarah (2) : 42

“Yang Haq” adalah kebenaran, nilai-nilai kehidupan luhur yang robbani (yang ‘memanusiakan’ manusia), akhlaqul karimah, dan sistem kehidupan yang berlandaskan pada Al Qur-an dan As Sunnah. Yang haq tersebut harus ditegakkan dengan sempurna tanpa ada gangguan dari yang bathil (kerusakan, permisif, perampasan hak orang lain, pengumbaran nafsu syahwat, penindasan, penistaan terhadap ayat-ayat Allah, SEPILIS, dan lain-lain). Maka itu, yang haq harus ditampilkan dan dikokohkan. Jangan dicampur dengan yang bathil. Setiap muncul yang bathil, maka harus ada tindakan yang sistemik penuh hikmah untuk mengeliminasinya agar ummat bisa selamat.

Rasulullah SAW bersabda:

"Barang siapa di antara kalian melihat kemungkaran, hendaklah ia mengubahnya dengan tangannya. Jika tidak bisa melakukannya dengan tangannya, hendaklah ia mengubahnya dengan lisannya. Jika tidak bisa melakukannya dengan lisannya, hendaklah ia melakukan dengan hatinya. Itulah iman yang paling lemah." (Diriwayatkan Muslim)

Oleh karena itulah, di dalam Islam itu ada ajaran “Ammar Ma’ruf, Nahi Munkar” yang sering diartikan dengan “Menyeru/mengajak pada kebenaran, dan mencegah dari yang keburukan”. Mengapa kebenaran dinamakan “Ma’ruf”? Secara akar kata, ma’ruf juga memiliki makna “dikenal”, jadi pada hakikatnya (nilai-nilai) kebenaran adalah sesuatu yang sudah dikenal oleh (fitrah) manusia. Bukan barang asing. Hati nurani terdalam manusia sudah mengenal kebenaran. Dosa-dosa serta kemalasan dan kebodohanlah yang menutupinya sehingga seolah-olah tidak mengenalnya. Mengapa pula keburukan dinamakan “munkar”? Secara akar kata, munkar juga memiliki makna “tertolak”, jadi pada hakikatnya, segala hal yang buruk itu adalah tertolak oleh fitrah manusia. Ketika manusia melakukan keburukan atau dosa maka hal itu sama dengan membohongi hati nurani terdalamnya (fitrahnya). Ajaran “ammar ma’ruf, nahi munkar” adalah ajaran yang sesuai dengan fitrah manusia. Misinya adalah untuk melestarikan dan mengembangkan kehidupan manusia yang luhur bernafaskan nilai-nilai robbaniyah. Fitrah manusia akan terjaga, dengan kata lain “memanusiakan manusia”.

Kombinasi keduanya adalah kemestian. Tidak bisa kita memilih salah satunya. Misalnya kita memilih hanya point “ammar ma’ruf” saja dan mengabaikan “nahi munkar”. Ini tak ubahnya seperti para rahib yahudi pada zaman dahulu kala. Mereka mengasingkan diri di dalam biara-biara mereka. Mereka mengutuk kemunkaran, tapi tidak ada suatu tindakan apapun untuk mencegahnya. Mereka merasa cukup aman dengan masuk ke biaranya lalu beribadah dengan sangat khusyu’. Sementara lingkungan sekitarnya mengalami kerusakan akhlaq dan kebathilan sangat kokoh berdiri. Pada akhirnya mereka dikutuk oleh Allah SWT, karena membiarkan manusia lain rusak. Mari kita lihat firman Allah SWT:

Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya. QS. al-Anfal (8) : 25

Ayat ini meperingatkan kita bahwa ketika ada yang berbuat zholim (munkar) maka dampak siksaan atau bencana yang ditimbulkannya akan mengenai semua pihak, baik yang berbuat zholim maupun yang tidak. Jadi, jangan ambil resiko, cegahlah kezholiman atau kemunkaran dengan segala cara, sebagaimana hadits di atas.

Atau kita memilih point “nahi munkar” saja dan mengabaikan “ammar ma’ruf”. Maka kita akan memasuki dunia yang (mungkin) tertib, tapi kaku dan tidak akan ada keberanian untuk melakukan kreatifitas. Potensi kita untuk mengembangkan kehidupan boleh jadi akan mati. Hidup bagaikan robot atau patung. Padahal Allah SWT menghamparkan bumi ini plus memberikan karunia akal fikiran adalah untuk dioptimalkan dalam rangka ibadah kepadaNya.

Kombinasi ammar ma’ruf dan nahi munkar adalah sebuah aksioma. Keduanya adalah satu paket, bukan pilihan. Dengan demikian akan tercipta kehidupan manusia yang akan mendatangkan rahmat bagi semesta (rahmatan lil ‘alamin).


Sungguh elok singsingkan lengan baju

Halau serangga dan singkirkan rerumput

Lalu tebar pupuk dan aliri air tanpa jemu

Pepadi bernas jua kelak yang kau jumput


Wallahu a’lam bishowab.

Tomy Bustomy. Kalibata. 25 Feb 2010. 14:18WIB

IA CINTA SUAMINYA (Kumpulan Fiksi Mini Edisi April 2010 - Part 1)

1. Ia Cinta Suaminya
Hari ini suaminya baik sekali. Ia amat terkesan. Amat sayang. Amat cinta. Hari ini juga ia bunuh suaminya. Takut esok suaminya kembali kejam. (Posted in Twitter, 1 April 2010)

2. Kisah Batu Thoif
Batu thoif itu memejamkan matanya saat dilempar, lalu menggores kaki sang mulia, lalu tergeletak menyesal. (Posted in Twitter, 3 April 2010)

3.Kisah Patahan Gigi Di Kaki Uhud
Di kaki Uhud. "Plaak!" gigipun patah. Patahan gigi itu amat berduka berpisah dari mulut sang mulia. (Posted in Twitter, 3 April 2010)

4. Telur Koruptor
Aneh! pejabat korup itu setiap pagi duduk di kardus beralas kain-kain perca. Ia bertelur! Aku ambil satu dan kupecahkan. Terdengar tangis rakyat. Pilu! (Posted in Twitter, 3 April 2010)

5. Saya Sedang Online
"Krriiingg..!", telepon berdering.
"Halo?", Anto menjawab telepon.
"Bisa bicara dengan Anto?", tanya suara di telepon.
"Anto sedang online", jawab Anto.
(Posted in Twitter, 4 April 2010)

6. Hukuman Mati Di Atas Bus
Ia divonis hukuman mati. Lalu Ia digiring masuk bus kota rombeng. Supirnya adalah robot. Bus melaju secepat 100km/jam. Tanpa rem. (Posted in Twitter, 4 April 2010)

7. Cuma Aku Yang Pembunuh Di Bus Ini
Aku naik bus kota malam. Mengerikan. Penumpangnya adalah para pencopet, perampok, maling, dan pemerkosa. Cuma aku seorang yang pembunuh. (Posted in Twitter, 4 April 2010)

8. Ia Ingin Pensiun
Bus itu sangat marah. Ia meraung, batuk-batuk asap, dan melaju cepat tak terkira setiap hari. Ia kecewa karena permohonan pensiunnya ditolak. (Posted in Twitter, 4 April 2010)

9. Pensiunan Yang Dikaryakan Kembali
"Di kampungku, aku sudah pensiun. Tapi di kampung kalian, ternyata aku masih dianggap gagah dan dikaryakan.", kata bus ex Jepang pada bus-bus kota. (Posted in Twitter, 4 April 2010)

10. Bus Yang Terjebak
Bus itu berjalan pelan. Tegang. Dia telusuri setiap tikungan dan berharap semoga muncul di gerbang akhir. Ia terjebak di labirin maut. (Posted in Twitter, 4 April 2010)

11. Mimpi Mati
Malam ia mimpi mati. Pagi ia naik bus. Penumpangnya ia kenal semua. Bapak, eyang, kangmas, gendhuk, dimas, dan lain-lain. Semua sudah lama wafat. (Posted in Twitter, 4 April 2010)

12. Kuburan Supir Dan Bus
Kuburan itu besar. Ukurannya 2x5m. Dalamnya 3m. Di situ dikubur seorang supir bus yang mati terjepit di dalam busnya yang ringsek berat. (Posted in Twitter, 5 April 2010)

13. Bus Masuk Jurang
Ketika bus melewati lubang, perampok itu kaget. Celurit yang dikalungkan di leher supir ia hentakkan dan membuat kepala supir copot. Bus masuk jurang. Semua penumpang mati. (Posted in Twitter, 5 April 2010)

14. Ia Meminta Air Mata
"Siapa kau?", tanyaku.
"Aku adalah kerasnya hidupmu", katanya.
"Apa maumu?", tanyaku lagi.
"Air matamu", katanya.
"Sudah kering" kataku
(Posted in Twitter, 5 April 2010)

15. Matanya Meleleh
Boneka itu sedih ditinggalkan di tong sampah oleh pemiliknya. Air matanya tampak mengalir. Tapi, bukan! Itu matanya meleleh. Ia dibakar. (Posted in Twitter, 5 April 2010)

16. Lupa Melihat
Ia terlalu sibuk menangis, hingga ia lupa untuk melihat. (Posted in Twitter, 6 April 2010)

17. Si Penjual Balon
"Emak nangis?", anak kecil bertanya.
"Enggak. Ini bukan air mata. Ini keringat. Emak lagi senam mata.", jawab emaknya, si penjual balon.
(Posted in Twitter, 6 April 2010)

18. Penjual Soto Tua Menangis
Ia cuma bisa sembunyi di balik pohon besar di seberang jalan. Menangis. Gerobak sotonya diobrak-abrik satpol PP. Pak tua pulang dengan tatapan nanar. (Posted in Twitter, 6 April 2010)

19. Penjual Soto Tua Tersenyum
Pak tua itu tersenyum. Sotonya habis. Ia tadi mangkal di depan markas satpol PP. Ia gratiskan soto beracunnya untuk mereka. (Posted in Twitter, 6 April 2010)

20. Soto Terakhir
Para koruptor itu duduk bersama di meja makan panjang. Mereka makan soto bersama. Lalu terdengar ramai letusan senapan. Koruptor-koruptor itu dihukum mati. (Posted in Twitter, 6 April 2010)

21. Kisah Kasih Bakul Soto
Mereka sering terlihat berdua. Kadang berbincang mesra. Bahkan mandi bersama. Ya, mas Kusno menjalin kasih dengan gerobak sotonya. (Posted in Twitter, 6 April 2010)

22. Keluarga Soto
Kami keluarga soto. Bapak penjual soto madura. Ibu penjual soto betawi. Adik penjual soto padang. Kakak penjual soto kambing. Aku penikmat soto. (Posted in Twitter, 6 April 2010)

23. Bekal Kenangan Dan Rindu
Pagi itu ia siapkan bekalnya utk perjalanan panjang. Sepotong kenangan dan sepotong rindu. Ia masukkan ke dalam hatinya. (Posted in Twitter, 6 April 2010)

24. Test Soto
"Soto ini tidak beracun!"
"Bohong! Coba kau makan!"
"Kita makan bersama-sama!"
Kamipun memakannya. Temanku lalu mati. Kalau aku memang sudah jadi mayat dari dulu.
(Posted in Twitter, 7 April 2010)

25. Yeshua Mau Makan Soto Lagi
"Quo vadis?", tanya Peter
"Mau balik ke Roma. Mau makan soto lagi!", jawab Yeshua.
(Posted in Twitter, 7 April 2010) --> terinspirasi dari novel Quo Vadis karya Henry Sienkiewicz

26. Koleksi Termahal
Ia menunjuk kotak kaca kosong itu.
"Itu koleksi mahalmu? apa itu?", tanyaku.
"Iya. Itu udara bersih dari masa lalu, bung!", jawabnya.
(Posted in Twitter, 7 April 2010)

27. Lowongan Budak
Iklan lowongan itu berbunyi: Dicari budak. kerja 12 jam/hari. Dapat upah 1/2 UMR. Tidak ada uang lembur. Tidak ada asuransi. Rehat 1/2 jam. (Posted in Twitter, 7 April 2010)

28. Harus Banyak Melihat Diri
"Kalian harus banyak sedekah dan berkorban, supaya berkah. Contohnya aku ini!", kata pemuka agama kaya raya itu di depan jama'ah yang kurus dan lapar. (Posted in Twitter, 7 April 2010)

29. Wajah Kusut
Getaran deru mesin-mesin di pagi hari agak membuat wajahnya kusut masai. Ia berkaca dari spion. Lalu ia berdzikir. Wajahnya teduh lagi. (Posted in Twitter, 8 April 2010)

30. Lap Top
"Selamat ibu dapat hadiah laptop", demikian isi surat itu.
"Hah, laptop? Laptop? Lap top? Kain lap yang top ya? Kain lap 'mah di rumah udah banyak."
(Posted in Twitter, 8 April 2010)

31. Laptop Tunai
"Laptop untuk juara pertama! Silahkan mas.". Di jalan ia buang laptop itu.
"Aku harusnya juara kedua. Hadiahnya uang tunai. Aku perlu uang untuk emak."
(Posted in Twitter, 8 April 2010) --> terinspirasi dari children of heaven

32. Lebih Canggih Dari Laptop
"Mana laptopmu?"
"Aku gak punya dan gak perlu laptop. Aku sudah punya yang lebih canggih."
"Apa itu?"
Ia mengetuk-ngetuk dahinya. Tersenyum.
(Posted in Twitter, 8 April 2010)

33. Sebuah Anjuran Di Atas Urinoir
"Jangan Lupa Cuci Tangan Untuk Mencegah Flu Burung". Tulisan itu terpampang jelas di atas deretan urinoir di toilet. (Posted in Twitter, 8 April 2010)

34. Perangkap Kata-kata
"Ini perangkap kata-kata", katanya menjelaskan laptopnya. Setiap hari ia nyalakan laptop dan kata-kata berhamburan dari kepalanya ke laptop. Terperangkap. (Posted in Twitter, 8 April 2010)

35. Virtual Adzan And Sholat
Suara adzan mengalun dari laptopnya. Alarm sholat. Setelah usai adzan, ia open file mpeg rekaman dirinya sedang sholat. Ia sendiri tdur. (Posted in Twitter, 8 April 2010)

36. Diktator Mati Tertimpa Gerbong
Diktator tua berdiri di depan rel KA. Ia memicingkn mata. Tengok kanan kiri. Sepi. Lalu ia seberangi rel itu. BRUKK! Sebuah gerbong KA jatuh dari langit menimpanya. Tamat. (Posted in Twitter, 9 April 2010)

37. Kutukan Diam
Penguasa tua bangka yang zalim itu dikutuk. Seluruh alam diam dan apatis terhadapnya. Kini ia seperti memerintah patung. Hampa. (Posted in Twitter, 9 April 2010)

38. Baru Akan Sampai Dua Hari Lagi
"Ngapain?"
"Nulis Surat!"
"Oh, untuk siapa?"
"Aku!"
"Hah? Apa isinya?"
"Belum tahu. Dua hari lagi baru sampai."
(Posted in Twitter, 9 April 2010)

39. Ia Merasa Tinggi Dan Hebat
Bajingan tua itu angkuh. Merasa tinggi dan hebat. Jelas! Ia berdiri dan berjalan di atas kepala-kepala anak buahnya yang setia dan dungu. (Posted in Twitter, 9 April 2010)

40. Dari Bumi Untuk Manusia
Tiap hari bumi menulis surat kepada manusia. Mengingatkan bahwa ia akan menjelang ajal. Isi suratnya: taufan, perang, polusi, banjir,... (Posted in Twitter, 9 April 2010)

41. Merpati Baru
Para merpati itu ramai-ramai bunuh diri. Lalu mereka reinkarnasi jadi kabel serat optik dan server untuk mengirimkan surat virtual. (Posted in Twitter, 9 April 2010)

42. Setia Cinta
Surat cinta Joko diterima Marni 65 tahun kemudian. Perang memisahkan mereka. Dua tahun kemudian mereka menikah. Untuk yang pertama dan terakhir kalinya. Di usia ke 85 tahun. (Posted in Twitter, 9 April 2010)

43. Surat Sakit Hati
Surat darinya datang. Dibukanya, lalu dari surat itu keluarlah tangan berbelati yang menusuk dan mengiris-iris dadanya. Ia menangis. Sakit! (Posted in Twitter, 9 April 2010)

44. Bom Surat
Penguasa tua bangka itu terima surat. Nama pengirimnya Izrail. Surat dibuka dan .. BUM!.. setengah kepalanya berhamburan di lantai. (Posted in Twitter, 9 April 2010)

45. Surat Cinta Terlambat
Sambil menangis ia lipat surat tersebut. Ia menuju ke tempat gadis pujaannya. Surat cinta itu ia selipkan di bawah nisan si gadis yang baru dikubur tadi. (Posted in Twitter, 9 April 2010)

46. Ba...ba...bahasyim!
"Mau bersin nih..ba..ba..bahasyim!"
"Ah, gayus lo... eh, jayus!"
(Posted in Twitter, 9 April 2010)

47. Rambo Di Jalanan
Aku jadi Rambo. Menembaki pengendara motor dan angkot di jalanan yang macet. DIIIN!!! Aku terbangun dari tidurku. Di dalam angkot. Sudah satu jam diam. Jalanan macet. (Posted in Twitter, 12 April 2010)

48. Di Dalam Bus Ber-AC
Jam 8:30 pagi. Dalam bus ber-AC. Di jalan protokol ibukota. Padat merayap. Ia berkali-kali melihat jam. Keringat membasahi tubuhnya. Ia menahan BAB. (Posted in Twitter, 12 April 2010)

49. Tak Bisa Menyimpan Rahasia
Dia orang yang tidak bisa menyimpan rahasia pikirannya. Kepalanya menganga. Otaknya terlihat dan lalat ramai mengerubunginya. (Posted in Twitter, 12 April 2010)

50. Rahasia Pahlawan
Ia perintahkan penggalian makam para pahlawan. Ia dapat ilham bahwa di jasad mereka itu tersimpan rahasia bagi kebesaran bangsa ini. (Posted in Twitter, 12 April 2010)

51. Rahasia Itu Kini Aman
Antonio menembak kepala Giacomo. Lalu ia menembak kepalanya sendiri. Omerta dijunjung. Rahasia itu kini aman. Dibawa mati. (Posted in Twitter, 12 April 2010)

52. Bekal Penguasa Kuat
Hanya berbekal senapan dan rahasia semua orang, kini ia jadi penguasa yang kuat. (Posted in Twitter, 12 April 2010)

53. Sekretaris Agen Rahasia
Iklan di koran: "Badan Agen Rahasia Nasional butuh sekretaris untuk menangani dokumen-dokumen rahasia. Lancar mengetik. Telaten. Buta huruf. (Posted in Twitter, 12 April 2010) --> terinspirasi dari sebuah joke.

54. Serba Rahasia
Rahasia Rusdi mengelola website www.rahasia.crot. Emailnya:rahasia@rahasia.crot. Passwordnya: rahasia. Isi mailbox-nya: rahasia! (Posted in Twitter, 12 April 2010)

55. Rahasia Spring Bed
Aku ingin sekali buka rahasia istrinya pada pria baik yang malang itu. Istrinya suka selingkuh. Tapi tak bisa. Aku cuma sebuah spring bed. (Posted in Twitter, 12 April 2010)

56. Saat Tepat Buka Rahasia
Ia menunggu saat yang tepat untuk membongkar rahasia besar itu. Ia setia menunggu. Kini sudah lima tahun sejak ia wafat. Bersama rahasia besar itu. (Posted in Twitter, 12 April 2010)

57. Apa Kau Bisa Jaga Rahasia?
"Apa sih rahasia yg kau simpan?"
"Apa kau bisa jaga rahasia?"
"Tentu saja bisa."
"Sama. Aku juga bisa jaga rahasia."
(Posted in Twitter, 12 April 2010) --> terinspirasi dari sebuah kisah nyata di USA.

58. Penikmat Musik
Ia penikmat musik sejati. Telinganya selalu terlihat tersumbat oleh sepasang earphone dari sebuah alat pemutar musik. Kepalanya terangguk-angguk setiap ia menikmati musik. Sampai jadi mayatpun kepalanya selalu terangguk-angguk. Dari dalam kuburnya sayup-sayup terdengar suaranya mendendangkan lagu. (12 April 2010)

59. Daun Gugur
"Sesuai jadwal, waktuku sudah tiba sekarang. Sampai jumpa saudara-saudaraku."
"Sampai jumpa."
Dan daun itu lepas dari ranting lalu mendarat di tanah dekat akar.
(Posted in Twitter, 13 April 2010) --> terinspirasi dari ayat ke-59 surat Al An'am.

60. Kisah Nyata
Novelis itu tenggelam dalam penulisan novel thriller-nya. DOR!. Ia seperti bisa mendengar letusan pistol, mencium bau mesiu, dan melihat cipratan darah di layar komputernya. Ia tersenyum puas. Novelnya ia rasakan begitu hidup dan kuat. Lalu ia mati. Punggungnya ditembak rampok. (Posted in Twitter, 13 April 2010) --> dengan beberapa tambahan.

61. Mata Duitan
"Pimpinanku mata duitan dan kejam" kata seorang anggota partai politik. Ia menunjuk wajah pimpinannya. Kedua matanya memang terbuat dari dua keping mata uang logam kuno peninggalan zaman VOC. (Posted in Twitter, 13 April 2010)

62. Bisnis Pura-Pura
"Aku tidak sedang pura-pura. Aku ini kaya raya dari bisnis kepura-puraan. Hahaha!". Kata boss rumah produksi sinteron itu penuh kemenangan. (Posted in Twitter, 13 April 2010)

63. Air Matanya Bukan Pura-Pura
Pak tua diusir lagi dari kontrakan. Sebagai badut yang pura-pura lucu, uangnya cuma sedikit. Kini ia pura-pura melangkah tegar. Air Matanya bukan pura-pura. (Posted in Twitter, 13 April 2010)

64. Kura-Kura Yang Pura-Pura
Kura-kura itu naik perahu. Ia pura-pura tidak tahu siapa dirinya. Ia sembunyikan tempurungnya. (Posted in Twitter, 13 April 2010)

65. Pura-Pura Berpikir
Ia pura-pura berpikir. Lalu berpura-pura menulis cerpen tentang kepura-puraan. (Posted in Twitter, 13 April 2010)

66. Pedagang Massa
Di cafe di hotel bintang lima. Di lantai dua puluh. Ia lihat ke bawah dari jendela gedung. Di jalan protokol massanya sedang berdemonstarsi. "Anda lihat sendiri 'kan? Kami banyak dan solid. Asal harganya cocok, kami dukung anda sampai jadi.", katanya pada sang calon. (Posted in Twitter, 13 April 2010)

67. Pura-Pura Masuk Surga
Ia pura-pura taat dan saleh. Tuhan pun pura-pura memasukkannya ke sorga. (Posted in Twitter, 13 April 2010)

68. Pura-Pura Berhenti
"Berhentilah Berpura-pura!". Maka ia pura-pura berhenti berpura-pura. (Posted in Twitter, 14 April 2010)

69. Rebonding Shaf
"Rebonding itu apa, 'nak?"
"Meluruskan rambut, pak"
"Ooo..". Saat ia jd imam sholat.
"Coba itu tolong shaf-nya di-rebonding!"
(Posted in Twitter, 14 April 2010) --> dari joke yang disampaikan oleh guru saya

70. Pensiunan Petrus
Pensiunan itu menimang-nimang dan menatap lekat pistolnya. Ia sedang berpikir untuk kembali lagi jadi petrus. Cuma kali ini targetnya adalah koruptor. (Posted in Twitter, 14 April 2010)

Tomy Saleh. Kalibata. 23 April 2010. 15:05WIB